Sunday, September 24, 2017

Sejarah Terbentuknya PKI sampai Masa Keruntuhan PKI

Sejarah PKI

Zona Tau | Yuk kita mebelajar memahami sejarah negara ini, Indonesia. Kita akan mengulas kembali tentang sejarah kelam bangsa Indonesia pada tahun 1965  yaitu tentang kejamnya tragedy G 30 S/PKI. Sebelumnya ada yang tau apa itu singkatan G 30 S/PKI itu apa? G 30 S/PKI itu singkatan dari Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia. Memang apa sih yang terjadi pada waktu itu? Dan PKI itu pernah berbuat apa pada Negara ini sehingga bisa di sebut kejam? Oke kita akan membahasnya daari awal mula maksud pembentuka dari Partai Komunis Indonesia sampai ke proses pembubarannya.
Partai KomunisIndonesia atau PKI adalah partai komunis non-penguasa terbesar di dunia setelah Rusia dan Tiongkok dan yang pada akhirnya berhasil di hancurkan dan di bubarkan pada tahun 1965 dan dinyatakan sebagai partai terlarang setelah itu. Awal mula terbentuknya Partai Komunis ini di awali oleh seseorang yang bernama Henk Sneevliet dan kaum sosialis Hindia Belanda dengan membentuk serikat tenaga kerja disebuah pelabuhan pada tahun 1914 yang di berinama indies social democratic association (Indische Sociaal Democratische Vereeniging-, ISDV dalam bahasa belandanya).
ISDV pada dasarnya dibentuk oleh 85 anggota dari dua partai sosialis asal belanda yaitu partai SDAV dan partai sosialis belanda dan kemudian menyatu dan membentuk SDAV Komunis yang di Pimpin oleh Hindia Belanda pada kala itu. Para anggota dari partai ISDV tersebut membawa pengaruh besart terhadap perkembangan partainya yaitu dengan memperkenalkan ide ide marxis untuk memberikan dokterin terhadap bangsa Indonesia supaya mencari cara untuk menentang kekuasaan colonial.
Pada bulan Oktober tahun 1915, ISDV mulai aktif menunjukan taringnya dengan cara menerbitkan surat kabar dengan bahasa utamanya yaitu bahasa belanda “Het Vrije Woord” yang memiliki makna arti sebagai sebuah gerakan Kemerdekaan, Editornya bernama Adolf Baars. ISDV pada saat itu memiliki kuarang lebih 100 orang anggota dan hanya 3 orang anggota yang berasal dari Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, partai ini berkembang dengan cepat setelah markasnya berpinda dari Surabaya ke semarang serta menjadikanpartai ini radikal dan anti kapitalis.
Dibawah kepemimpina sneevliet, anggota dari partai ISDV mulai merasa tidak puas atas kepemimpnannya, serta menolak bekerjasama dengan pemerintahan dan berpura pura menjadi dewan Masyarakat.pada tahun 1917 kelompok reformis ISDV memisahkan diri dan membentuk parttai baru yaitu Partai Demokrat Sosial Belanda. Dan mulai menunjukan taringnya dengan penerbitan pertamanya dalam bahas Indonesia yang berjudul Soeara Merdeka. Lalu merekapun mendapatkan banyak anggota dari kalangan tentara tentara dan pelaut belanda lalu di bentuklah “Pengawal Merah”. Dalam jangka waktu urang lebih tiga bulan pengikutnya telah membengkak dengan jumlah yang mencapai 300 orang dan pada akhir tahun 1917 mereka pun memberontak di Surabaya disebuah pangkalan angkatan laut serata terbentuklah dewan soviet.
Sementara ISDV membentuk sebuah blok dengan nama organisasi anti-kolonialis sarekat islam. Banyak anggota sarekat islam Surabaya seperti semaun dan darsono dari solo yang tertari dengan ideu ideu sneevliet hingga pada akhirnya banyak anggota sarekat islam yang terbujuk untuk mendirikan revolusioneris yang lebih mendalam marxis yang didominasi sarekat rakjat. ISDV terus bekerja sama secara Klandestin dengan meluncukan publikasi baru dari soeara rakjat. Setelah kepergian paksa para dewan belanda, oraginisai ini kombinasikan pekerjaan dalam sarekat islam dan keanggotaannya pun mulai berpindah dari mayoritas belanda ke mayoritas Indonesia denga jumlah anggota yang mencapai sekitar 400 orang pada tahun 1919.

Pembentukan dan Pertumbuhan PKI

keterangan gambar/photo
Pada kongres ISDV di semarang (Mei 1920), nama organisai ini dirubah menjadi Perserikatan Komunis Hindia (PHK). Semaun adalah ketua dan darsono menjabat sebagai wakil ketua. Sekretaris, bendahara dan tiga anggota komite lainya berasal dari pihak belanda. PHK adalah partai komunis pertama di Asia yang menjadi bagian dari partai komunis Internasional. Henk Sneevliet mewakili partai pada kongres kedua komunis Internasional pada tahun 1921. Pada periode menjelang kongres keenam serikat islam tahun 1921, para anggota mulai menyadari strategi sneevliet, merekapun mengambil langkah untuk menghentikannya.
Agus salim, sekertaris organisasi memperkenalkan sebuah gerakan untuk melarang anggota Serikat Islam memegang keanggotaan serta gelar ganda dari pihak lain dalam kancah perjuanagan pergerakan Indonesia.keputusan tersebut serentak membuat para anggota komunis kecewa dan menyatakan untuk keluar dari partai seperti oposisi dari tan malaka dan semaun yang juga keluar dari gerakan karena kecewa akan hal itu. Pada saat yang sama, pemerintah colonial belanda menyerukan tentang pembatasan kegiatan politik dan sarekat islam memutuskan untuk lebih fokos terhadap kegiatan keagamaan.

Semaun pergi menuju moskow untuk menghadiri Far Eastern Labor Conference pada awal tahun 1922. dan di indonseia, tan malaka mencoba untuk menggerakan kembali aksi pemogokan yang dilakukan oleh pekerja pegadaian pemerintah menjadi peogokan nasional  untku mencakup seluruh serikat buruh Indonesia. Rencana tan malak tersebut tidak berjalan dengan lancar dan tan malaka pun di tangkap dan diber pilihan untuk pengasingan internal atau pengasingan eksternal. Dan diapun memilih untuk di asingkan ke Russia. Pada bulan mei 1922, semaun kembali keindonesia setelah selam kurang lebih 7 bulan berada di Russia dan menggantikan tan malaka dalam mengatur serikat buruh dalam satu organisasi. Pada tanggal 22 september, di bentuklah serikat organisasi seluruh buruh Indonesia (persatuan vekbonded hindia).
Pada kongres selanjutnya yang di gelar ditahun 1924, semaun menekankan bahwa prioritas utama dari partai partai komunis adalah untuk mendapatkan control dari persatuan buruh, karena tidak akan ada revolusi yang sukses tanppa didasari oleh persatuan. Dan sekali lagi partai ini diubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1924.

BACA JUGA : Dampak Yang Di Akibatkan Oleh Perang Dunia II

Pemberontakan di Jawa Barat dan Sumbar

keterangan gambar/photo
Mei tahun 1925, komite exec dari komintern dalam rapat pleno memerintahkan para anggota komunis di Indonesia untuk membentuk sebuah front anti imperialis bersatu dengan organisasi nasionalis non-komunis. Tetapi unsur unsur extrimis di dominasi oleh Alimin dan Muso dalam menyerukan revolusi untuk menggulingkan pemerintah colonial belanda. Dalam sebuah konferensi di parmbanan, jawa tengah, serikat buruh perdagangan yang di kendalikan oleh para komunis menyatakan revolusi akan dimulai dengan pemogokan  oleh para pekerja buruh kereta api. Hali ini mengarah kepada PKI ayang akan menggantikan Kolonial Belanda.

Pada bulan November, para PKI mulai memberontak dengan menyerang para colonial Belanda di Jawa Barat dan di Sumatera Barat serta di umumkannya bahwa PKI telah membentuk sebuah republic. bersama alimin dan muso, yang merupakan pemimpin PKI pada era tersebtu sedang tidak berada di Indonesia. Ia sedang malakukan pembicaraan dengan tan malaka yang tidak setuju  terhadap gerakan pemberontakan tersebut sihngga aksi pemberontakan PKI tersebut di bubarkan secara brutal oleh para jajaran colonial. Ribuan orang terbunuh dan 13.000 orang ditahan, 1308 kader kader yag diasingkan serta 823 di kirim ke Boven Digul, sebuah Camp tahanan di Papua. Banyak dari kalangan aktivis non-komunis yang juga menjadi sasaran pemerintah colonial dengan alasan pencetus pemberontakan yang dilakukan oleh kaum Komunis. Dan pada awal tahun1927 Partai Komunis Indonesia mulai dinyatakan sebagai Partai Terlarang.
Pada fase awal dari pelarangan tersebut, Para anggota PKI dengan sengajai untuk tidak menunjukan jati diri mereka terlebih dulu karena banyak pemimpinnya yang tertangka dan di masukan kedalam penjara. Di tahun 1935, musso (pemimpin PKI) kembali dari pengasingan di moskwa, uni soviet untuk menata kembali para anggotanya yang telah lama fasip. Namun musso hanya tinggal di indonesa tidak lama, dan PKI pun mulai bergerak di berbagai front,  diantaranya Gerindo dan serikat buruh lainnya. Perhimpunan mahasiswa di belanda pun turut andil dan berpihak Pada PKI.

Kebangkitan PKI pasca Kemerdekaan RI

PKI kembali mnucul di panggung politik Indonesia setelah penjajahan Jepang yang menyerah pada tahung 1945, dan secara aktif mulai mengambil bagian dalam perebuta kemerdekaan RI atas Belanda. Banyaknya Unit bersenjata yang berada di bawah control PKI dan juga berpengaruhnya terhadap kmerdekaan membuat presiden soekarno merasa khawatir pada tumbuh kembangnya pengaruh PKI terhadap masyarakat yang dapat mengancam posisinya saat itu. Pada Februari 1948, PKI dan Partai Sosialis membentuk Front bersama yaitu Front demokrasi rakyat. Akan tetapi Front ini tidak bertahan lama dan pada akhirnya Partai Sosialis bergabung dengan PKI serta PKI memiliki kendali atas milisi pesindo.
Dan pada 11 Agustus 1948, setelah dua belas tahun berada dalam pengasingan di Uni Soviet akhirnya musso kembali ke Jakarta. Ia pun langsung mengambil untuk merekonstruksi Partai Komunis Indonesia termasuk D.N Aidit, M.H Lukman, dan Njoto. Pada tanggal 5 september 1948 dia memberikan sebuah pidato yang berupa anjuran agar Indonesia bisa merapat kearah ideology Uni Soviet. Dan anjuran itu pun berujung pada pemberontakan yang terjadi di Madiun Jawa Timur.

Pemberontakan Madiun 1948

keterangan gambar/photo
Setelah penandatanganan perjanjian Renville pada tahun 1948, hasil kesepakatan yang di dapat tersebut malah lebih menguntungkan kepada pihak Belanda. Sebaliknya, Indonesia malah dijadikan pihak yang di rugikan denga semakin sempitnya wilayah yang dimiliki oleh Indonesia. Banyak unit pasukan bersenjata dari partai republic yang berpulang dari zona konflik. Hal tersebut menegaskan akan keyakinan bahwa mereka mampu melawan bangsa PKI secara militer. Unit Gerilia dan para milisi yang dibawah pengaruh PKI di perintahkan untuk membubarkan diri dan keluar dari keanggotaan Partai Komunis Indonesia.

Sehingga terjadi penolakan militer PKI yang terjadi di Madiun yang menolak untuk pergi bersama perlecutan senjata bagi para anggota yag dibunuh pada bulan September di tahun yang sama. Pembunuhan tersebut malah melecut pada kekerasan dan pemberontakan. Hal tersebut di klain oleh sumber sumber militer bahwa pihak PKI menginginkan proklamasi Republik Soviet Indonesia pada tanggal 18 September yang menyebutkan bahwa musso lah sebagai Presiden dan Amir Syarifuddin sebagai perdana mentrinya. Pada saat yang sama PKI mengecam untuk melakukan Pemberontakan. Sehingga pada tanggal 30 September, madiun di ambil alih oleh TNI dari divisi Unit Siliwangi. Dalam kejadian tersebut, ribuan kader telah terbunuh dan 36.000 orang lainnya di penjara.
Diantara para kader kader yang di eksekusi termasuk Musso yang berhasil di bunuh pada 30 Oktober setelah keberhasilannya dia ditangkap di desa niten, kecamatan sumurejo-Ponorogo. Pembunuhan tersebut di duga musso mencoba untuk melarikan diri dari penjara. Aidit dan lukman pergi kepengasingan di Republik Rakyat Tiongkok, namu tanpa mereka PKI masih tetap berjalan dan mulai melakukan rekonstruksi Partai pada taahun 1949.

Kebangkitan Kembali PKI

keterangan gambar/photo
Pada tahun 1950, PKI kembali memulai kegiatan Penerbitannya dengan organ organ utmanya yaitu Harian Rakjat dan Bintang Merah. Serta PKI mulai mengambil posisi sebagai Partai Nasional yang dibawah Pimpinan D.N Aidit dan mendukung kebijakan kebijakan anti Koloniali dan anti Barat yang saat itu di terapkan oleh sang Presiden Soekarno. Aidit dan kelompok yang ada disekitarnya, termasuk pemimpin pemimpin yang tergolong masih muda seperti Lukman, Njoto, dan Sudisman mulai berupaya untuk menguasai Partai di tahun 1951. Pada saat itu tidak ada satupun yang berusia dibawah 30 tahun. Dalam pimpinan Aidit, PKI makin tumbuh dengan pesat yang pada tahun 1950 anggo mereka hanya seitar 3000-5000an menjadi 165.000 anggota pada tahun 1954 bahkan hamper menacapai angka 1,5Jt anggota di tahun 1959. Oposisi lanjutan yang dilakukan oleh Belanda terhadap Papua selalu di jadikan masalah yang sering diangkat oleh PKI pada tahun  1950.
Selanjutnya pada Agustus 1951, PKI mulai melakukan serangkaian Pemogokan Pemogokan, yang diikuti oleh tindakan perlawanan oleh pihak yang menentang terhadap PKI di Medan dan Jakarta. Akibatnya para pempmin PKI harus kembali bergerak dibawah tanah untuk sementara waktu. Pada bulan Februari tahu 1958 terjadilah serangkaian kudeta yang dilakukan oleh kekuatan Pro-Amerika Serikat diantanya oleh pihak militer dan politik sayap kanan para pemberontak yang berbasis di wilayah Sumatera dan Sulawesi yang ingin memproklamasikan pemerintah Revolusioner Republik Indonesia pada tanggal 15 Februari. Pemerintahan Revolusioner yang telah terbentuk ini langsung segera menangkap para anggota PKI di daerah yang ada di bawah kendali mereka.

Pada bulan agustus 1959 terjadi upaya atas nama Militer untuk mencegah terjadinya kongres PKI, namun pencegahan tersebut gagal, dan konres PKI berjalan sesuai Rencana yang telah dijadwalkan dan ditangani langsung oleh Soekarno sendiri. Pada awal tahun 1960 soekarno meluncurkan selogan Nasakom yang berarti singkatan dari Nasionalisme, Agama, Komunis. Dengan demikian peran PKI sebagai Mitra junior dalam pemerintahan soekarno resmi dilembagakan.  PKI menyambut peluncuran selogan Nasakom tersebut dengan baik dan melihatnya dari segi front persatuan multi kelas dan multi golongan.

Pemilihan Umum 1955

keterangan gambar/photo
Pada tahun sebelumnya, PKI memang di sukai oleh presiden soekarno kala itu karena usulan tentang demokrasi terpimpin dan PKI merupakan pendukung aktif soekarno. Pada pemilu tahun 1955 Partai Komunis Indonesia memperoleh suara sebanyak 16% dari keseluruhan total suara dan menempati urutan ke empat. Partai ini memperoleh 39 kuri dari 257 kursi yang  di perebutkan, serta 80 dari 514 kursi di konstituante. pada bulan bulan selanjutnya dalam tahun yang sama Partai ini memperoleh banyak kemajuan dalam Pemilu di beberapa kota. Pada bulan September tahun 1957, masumi yang merupakan anggota dari partai luar merasa tersaingi oleh Partai Komunis Indonesia dan menuntut partai tersebut untuk di larang keberadaannya. Dan pada bulan yang bersamaan, Kantor PKI yang berada di Jakarta mendapatkan serangan geranat.

3 Desemmber 1957, serikat buruh yang pada umumnya berada dibawah pengaruh PKI mulai menguasai perusahaan perusahaan milik Belanda. Penguasaan tersebut merintis Nasionalis atas Perusahaan perusahaan yang dimiliki oleh pihak asing. Perjuangan para PKI melawan para kapitalis asing membuat PKI merupakan salah satu dari Partai Nasional. Pada tahun 1958 terjadi sebuah koreksi terhadap kebijakan yang dilakukan oleh soekarno yang mulai condong ke pihak timur dikalangan militer dan politik sayap kanan. Mereka juga menuntut agar para pemerintah pusat agar lebih konsisten dalam melaksanakan UUDS 1950. Selain itu akibat pembagian hasil bumi yang tidak merata antara pusat dan daerah menjadikan hal tersebut sebagai pemicu panasnya suasana saat itu.
Meski pun PKI merupakan pendukung soekarno, mereka tidak kehilangan otonomi politiknya. Mereka mengecam penanganan anggaran Demokratis oleh soekarno pada bulan maret 196, dan pada bulan juli selanjutnya harian Rakyat menerbitkan sebuah artikel yang mengkritik sebuah kebijakan pemerintah lalu pemimpin PKI sempat di tangkap oleh kepolisisan dan tidak lama kemudian di bebaskan kembali atas perintah dari soekarno. Ketika gagasan tentng Malaysia, PKI maupun para komunsi Malaya menolaknya, dan baik itu dari pihak PKI maupun partai Komunsi Malaya menganggap Pembentukan Negara Malaysia merupakan sebagai proyek neo-kolonialisme dan neo-imperialisme inggris dan sekutunya.
Dengan semakin berkembanya para pendukung yang mencapai angka 3juta orang pada tahun 1965, PKI menjadi seebuah partai komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT.  Pki memiliki basis yang kuat  dalam sejulmah organisasi massa, seperti SOBSI (sentral organisasi buruh seluruh Indonesia), Pemuda Rakyat, Gerwani, Barisan tani Indonesia (BTI), Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) serta Himpunan Sardjana Indonesia (HSI). Menurut perkiraan seluruh organisasi organisasi yang berada dibawah naungan PKI mencapai seperlima dari seluruh rakyat Indonesia.  Pada tahun 1962, PKI menyelenggarakai Kongres partainya dan pada tahun selanjutnya pemerintah Malaysia, Filipina, dan Indonesia teribat dalam pembahasan tentang pertikaian wilayah dan kemungkinan tentang pembentukan Maphilindosebuah gagasan yang dikemukakan oleh presiden Philipna Diosdado Macapagal. Namun sayang gagasan tersebut di tolak oleh Partai Komunis Indonesia dan federal Malaysia.
Setelah itu PKI mulai masuk kedalam pemerintahan Orde Lama dan mengusulkan Angkatan kel-5 yang terdiri atas Buruh dan Petani, pemipin PKI memiliki maksud dengan dibentuknya ankatan kelima ini adalah harapa dapat dukungan mobilisasi massa untuk menuntaskan Operasi Dwikora dalam menghadapi Malaysia, namun hal ini membuat anggota TNI-AD merasa khawatir adanya penyelewengan senjata yang dilakukan oleh pihak PKI. Pada bulan januari 1964, para PKI mulai menyita properti yang dimiliki oleh perusahaan perusahaan milik inggris yang ada di Indonesia.

Pembunuhan Massal dan Keruntuhan PKI

keterangan gambar/photo
Soekarno bergegas untuk menyeimbangkan antara PKI, militer, Faksi Nasionalis, dan kelompok kelompok islam yang terancam oleh keberadaan Partai Komunis Indonesia. Perngaruh yang ditimbulkan oleh pertubuhan PKI menimbulkan keprihatinan dipihak Amerika Serikat da kekuatan barat anti komunis lainnya. Sitasi politik dan ekonomi menjadi goyah dan tidak stabil sehingga menimbulkan inflansi tahunan yang mencapai angka leih dari 600 % dan keadaan Indonesia semakin memburuk. Para pakar Politik merasakkekuatan PKI semakit kuaat menjelang Gerakan 30 September sehhingga membuat para pesaing PKI mulai merasa khawatir akan dampak yyang di timbulkan oleh PKI pada pemilu selanjutnya.

Gerakan gerakan upaya untuk menentang PKI mulai bermunculan di beberapa daerah di Indonesia yang di pelopori oleh Angkatan Darat. Pada bulan desember 1964, chaerul Saleh dan Partai Murba (partai yang dibentuk oleh Pemimpin PKI Tan Malaka) menyatakan bahwa PKI sedang melakukan rencata untuk Kudeta. PKI menuntut larangan Partai Murba yang di ajukan keada Soekarno pada awal tahun 1965. Dalam konteks konfrontasi dengan Malaysia, para PKI menyerukan supaya mempersenjatai Rakjat namun Sebagian besar dari pihak tentara Angkatan darat melarang hal tersebut. Pada tanggal 8 september memulai pengepungan selama 2 hari di gedung konsultan AS di Surabaya. Dan pada tanggal 14 september DN Aidit mengalamatkan kepada paa Geriliya PKI untuk mendesak para anggotanya agar  waspada pada hal hal yang akan datang.
Pada tanggal 30 september, Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar unjuk rasa massal di Jakarta yang merujuk pada krisis inflasi yang melanda selama itu. Dan pada malam 1 Oktober 1965, enam jendral senior Indonesia di bunuh dan mayatnya di buang kedalam sumur tua didaerah lubang buaya Jakarta timur dam mengumumkan tragedy pada keesokan harinya bahwa dewan revolusi baru telah merebut kekuasaan, serta menyebut dirinya sebagai Gerakan 30 September ( G 30 S). dengan banyaknya jendral yang meninggal tersebut, jendral soeharto mengambil alih kepemimpinan tentara dan menyatakan kudeta yang gagal pada tanggal 2 Oktober. Pihak tentara dengan sigap menyalahkan upaya kudeta PKI dan menghasut dengan cara Propaganda anti komunis diseluruh wilayah Indonesia. Hall yang menguatkan PKI terhadap Pembunuhan para jendral tidak meyakinkan serta mengarah pada spekulasi bahwa keterlibatan mereka sangat terbatas, atau mungkin soeharto telah mengkambing hitam kan kejadian tersebut pada Partai Komunis.
Dalam upaya pembersihan para komunsi melalui aksi kekerasan berikutnya dan diperkirakan sebanyak 500.000 komunis atau yang dicurigai di tangkap dan dibunuh secara efektif dihilangkan. Jendral soeharto kemudian mengalakan soekarno secara politik dan diangkat menjadi presiden pada tahun1968 karena aksinya mengkonsolidasikan pengaruhnya atas militer dan pemerintahan. Pada 2 oktober, basis di halim berhasil ditangkap oleh pihak tentara dilanjut dengan Harian Rakyat yang mengambil isu dengan menerbitkan sebuah artikel yang berisi dukungan Kudeta G30S, akan tetapi spekulasi mulai berdatangan mengenai hal tersebut apakah itu benar benar mewakili pendapat dari para PKI. Sebaliknya pendapat PKI saat itu adalah upaya G30S merupakan urusan internal didalam angkatan bersenjata mereka.
Pada tanggal 6 Oktober, para cabinet Soekarno mengadakan pertemuan pertama sejak aksi 30September lalu dan dihadiri pula oleh mentri PKI. Pertemuan tersebut mencanangkan tentang pengesahan sebuah resolusi pengecaman aksi G30S teersebut, lalu Njoto langsung ditangkap dan dibunuh setelah pertemuan itu. Manifestasi besar diadakan dijakarta dua hari kemudian menuntut pelanggara PKI, dan kantor Utama milik PKI di bakar. Pada tanggal 13 Oktober organisasi Islam Ansor mengadakan anti Unjuk rasa Anti PKI di seluruh pulau jawa. Yang pada tanggal 18 Oktober  terjadilah serangkaian pembunuhan anggota PKI yang dilakukan oleh pihak ansor dengan korbannya mencapai seratus orang. Permusuhan secara sistematis untuk partai pun dimulai.
Pada bulan Desember, militer Indonesia menyatakan bahwa Aceh telah di bersihkan dari PKI, serta partai tersebut telah dinyatakan terlarang Oleh Soeharto dan serikat buruh Peo-PKI, SOBSI pula dinyatakan telah dilarang . penjara penjara di Jakarta sangat penuh, hampir seluruh penjara digunakan untuk para anggota PKI. banyak para politikus ditahan tanpa dasar alasan yang cukup jelas dan sejak saat itu identitas bangsa Indonesia berubah secara total. Semangat anti kolonialisme hilang dan anti komunisme menjadi dasar identitas bangsa. Kebencian terhadap sesame bangsa Indonesia menjadi basisi untuk menjadikan siapa warga yang jahat dan baik. Beberapa kejadian yang menggemparkan tersebut di tuangkan kedalam sebuah novel fiksi dan juga difilemkan dengan judul yang sama yaitu ”The Year Of Living Dangerously” pada tahun 1982.
Sampai pada tahun 2004, mantan dari seuruh anggota PKI masih dilarang dan dimasukan kedalam daftar buku hitam dari banyak bidang pekerjaan termasuk jika ingin bekerja dalam bidang pemerintahan.  Sebagai man yang telah di berikan kebijakan dalam rezim soeharto yang telah dijalankan sejak pembersihan PKI tahun 1965. Selama masa kepemimpinan presiden Abdullrahman Wahid, ia mengundang para mantan buangan PKI untuk kembali ke Indonesia di tahun 1999, serta mengusulkan untuk menghilangkan batasan diskusi terbuka atas ideologi komunis. Dalam debat pelarangan penghapusan tersebut , Wahid mengutip dari UUD 1945 indonesia yang tidak melarang atau bahkan secara khusus menyebutkan komunisme. Usulan wahid itu di tentang oleh beberapa kelompok masyarakat Indonesia khususnya kelompok Islam Konservatif. Dalam sebuah protes ditahun 2000 sebuah kelompok yang disebut front islam Indonesia berjumlah sepuluh orang datang kejakarta terkai usulan wahid tersebut, tentara tidak segera menolak terhadap profosal tersebut namun menjanjikan study komprehensif dab teliti terhadap ide tersebut.

Unknown

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.