Friday, November 17, 2017

Definisi Dan Pengertian Tentang Motivasi Menurut Para Ahli | Zona Tau

cara meningkatkan prestasi atlet dengan cara memberikan Motivasi Berlatih

                Manusia bersikap dan berbuat sesuatau bukan karena sekedar reaksi terhadap rangsangan yang datang dari sekitar, dikarenakan pada diri tiap tiap manusia ada sesuatau yang menggerakan serta mendorong individu tersebut yang bersangkutan untuk bertindak atau berbuat sesuatu. Adanya dorongan tersebut menimbulkan pada diri individu tersebut unutuk melakukan suatu tindakan atau perbuatan tertentu yang di sebut motivasi. Secara keseluruhan istilah motivasi telah dikenal dan di pergunakan secara global, baik di lingkungan olahragawan maupun para ahli pendidikan.begitupun dalam kehidupan sehari hari, termasuk kalangan orang awam, motivasi sudah menjadi pembendaharaan kata yang sering digunakan untuk mengungkapkan gejala siswa atau atlet yang sedang diamati.

                Seperti dikutip Setyobroto yang mengungkapkan bahwa seseorang akan belajar apabila hanya ia memiliki keinginan untuk belajar. Adanya keinginan tersebut menunjukan bahwa individu terseebut memiliki motivasi untuk melakukan belajar. Apabila sianak tersebut tidak memiliki motivasi belajar atau berlatih, maka hasilnya tidak akan memuaskan, bahkan dapat disebut siswa atau atlet yang tidak memliki motivasi karirnya sangat sulit untuk berkembang bahkan tidak akan berprestasi. Para ahli psikologo olahraga menjelaskan bahwa motivasi merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pribadi seseorang (personal traits) atau juga merupakan kareakteristik yang di miliki oleh individu. Pandangan lain juga mengemukakan bahwa motivasi juga di pandang sebagai suatu keadaan (states) yang temporer dan situasional.

                Crow mengemukakan bahwa motivasi sebagai sautau keadaan internal yang menggiatkan dan menggerkan pemikiran, perasaan dan prilaku seseorang. Mutivasi juga di artikan sebagai terbentuknya kebutuhan yang belum terpenuhi sehingga menyebabkan seseorang mengalamitekanan. Cara mengatasi tekanan tersebut, seseorang harus melakukan tindakan nyata untuk memenuhi kebutuhan , sehingga  keseimbangan tercapai kembali. Bedahalnya pada pandangan dari Woldkowski yang dikutip dari Suciati yang menjelaskan bahwa motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimulkan perilaku tertentu yang memberi pengarah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku pribadi tersebut.

                Seorang pelatih boleh saja merasa telah memberikan pelajaran atau latihan dengan sebaik baiknya kepada anak didiknya atau kepada para  atletnya, tetapi hasil tidak pernah sesuai dengan sebaik baiknya atas apa yang diharapkan kepada anak asuhnya tersebut, padahal secara fisik maupun teknik sudah cukup berbakat, maka kemungkinan letak persoalan pada anak didik tersebut tidak memiliki motivasi untuk belajar maupun berlatih. Hal semacam ini digambarkan oleh staton seperti orang mendorong mobil disuatu jalan yang terdapat tanjakan  sedangkan rem tangaan tetap di pasang atau tetap dapat di dorong maju. Atlit tanpa memiliki motivasi untuk berprestasi juga akan mengalami kesulitan untuk mendurung agar timbulnya prestasi tersebut.


                Secara harfiah motivsi memiliki arti sesuatu atau dorongan yang menggerakan seorang individu untuk melakukan suatu perbuatan atau tingkah laku. Motivasi seorang individu merujuk kepada kekuatan atau daya dorong. Sedangkan tingkah laku atau perbuatan adalah sebagai akibat adanya motivasi tersebut. Dengan demikian motivasi mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan. Derajat atau susaha yang dilakukan sesuai dengan tinggi rendahnya motivasi yang dimiliki. Bila motivasi itu tinggi, maka untuk melaksanakan hal tersebut dalam bentuk tindakan atau perbuatan seseorang akan melaksanakanya dengan cara bersungguh sungguh dan penuh semangat. Dan sebaliknya apabila motivasi itu rendah, maka suatu tindakan yang dilakuan akan asal asalan, santai, dll. Dengan kata lain motivasi merupakan penggerak atau pendorong yang terdapat dalamm diri pribai itu senditti untuk melakukan berbagai aktifitas demi mencapai suatu tujuan yang positif.

                Hackhausen berpendapat bahwa motivasi berasal dari kata motif, yakni sebagai sumber pendorong dan penggerak perbuatan manusia, sedangkan motivasi adalah proses aktualisai dais umber penggerak dan pendorong (motif) tersebut. Para ahli lain sangat berkenan menafsirkan definisi dari motifasi seperti pendapat menurut Good & Brophy yang mengutarakan motivasi sebagai sebuah keadaan intelektual yang mendorong, mengarahkan dan mempertahankan prilaku seseorang. Teori kebutuhan Moslow menyatakan, bahwa motivasi sebagai suatu proses dimana kebutuhan tercipta pada diri seseorang yang kemudian mendorongnya untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan tersebut. Sedangkan Hall dan Lindzey mengemukakan pandangan Murray, yang memandang motif dari sebi kebutuhan manusia dan menegaskan kebutuhan (motif) adalah suatu construct (konsep hipotesis) yang membantu suatu kekuatan dalam bagian otak; suatu kekuatan yang mengorganisasikan presepsi, penalaran, konasi dan tindakan dengan jalur tertentu untuk mengalihkan dalam suatu aarah tertentu dari situasi yang tidak menyenangkan.

                Agak berbeda dari pendapat Drever,  Murray justru mengatakan tidak menghubungkan dengan factor afektif-konotif, tetapi lebih ditekankan. Pada aspek afektif dan konotif untuk dikaitkan dengan segi kepuasan (afektif). Berbeda pula dengan pendapat Murray, maka berelson dan Steiner berpendapat bahwa motivasi bukan hanya berhubungan dengan kebutuhan saja, di tegasikan dalam pendapatnya bahwa “Motivation, the general term that will use to refer to all those inner striving conditions variously described as wishes, desires, need, drives and the like”.

Sejalan dengan teori kebutuhan tentang motivasi diatas, pola timbulnya motivasi juga akan sampai terjadinya prilaku yang Nampak pada gambar dibawah ini:
https://edocationzone.blogspot.co.id/
Pola Terjadinya Motivasi Dan Perilaku (Alderman)

Unknown

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.